Melalui Pengawasan Ketat, Begini Cara SPPG Grujugan Kidul 02 Sterilkan Ompreng Hingga 150 Derajat Celsius
Mumbai
Ahmedabad
Foto : Suasana saat relawan melakukan pengeringan ompreng MBG
POROS BONDOWOSO. Tim cuci ompreng di SPPG Grujugan Kidul 02 Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso, bertugas setiap hari mensterilkan ribuan ompreng bekas makan bergizi gratis (MBG). Prosesnya panjang dan teliti mulai dari pemisahan sisa makanan hingga pengovenan bersuhu 150 derajat Celsius.
Pekerjaan tim dimulai sekitar pukul 13.00 WIB setelah seluruh ompreng selesai dikembalikan tim distribusi dari titik penerima manfaat. Rangkaian pencucian baru selesai sekitar pukul 20.00 - 21.00 WIB.
Koordinator Tim Cuci Ompreng SPPG Grujugan Kidul 02, Faisal Amir menjelaskan pencucian tidak hanya menggunakan sabun. Ada 7 tahapan yang harus dilalui agar ompreng benar-benar bersih dan layak pakai.
“Tahap pertama memisahkan sisa makanan dari dalam ompreng, baik itu nasi, lauk, sayur dan sebagainya. Setelah kosong, ompreng direndam air hangat sekitar 30 menit untuk melunakkan sisa makanan yang menempel,” ujarnya kepada Poros Bondowoso, Kamis (10/9/2026).
Setelah ditiriskan, tim melakukan pencucian dengan sabun cuci. Kemudian dilanjutkan pembilasan 3 kali, yaitu 2 kali dengan air dingin dan 1 kali dengan air panas.
“Pembilasannya tiga kali, dua kali dengan air dingin dan sekali dengan air panas agar ompreng lebih steril dari bakteri,” katanya.
Usai dibilas, ompreng diangin-anginkan terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa air dan mencegah bercak setelah dikeringkan. Tahap terakhir adalah pengovenan dengan suhu 150 derajat Celsius selama 10-15 menit. Dalam sekali oven, mesin mampu menampung 150 ompreng.
“Setelah itu baru dilakukan pengovenan dengan panas 150 derajat dengan durasi 10 sampai 15 menit. Sekali oven sebanyak 150 ompreng,” terang Faisal.
Ia menambahkan, pekerjaan ini membutuhkan ketelitian karena jumlah ompreng yang dicuci menyesuaikan jumlah penerima manfaat.
“Biasanya SPPG kami mencuci sesuai dengan jumlah penerima manfaat,” pungkas
“Biasanya tim cuci ompreng memulai pekerjaan setelah tim distribusi selesai mengambil seluruh ompreng, kurang lebih sekitar jam satu siang. Baru bisa selesai dari semua tahapan pencucian berkisar jam delapan sampai jam sembilan malam,” ungkapnya.
Kepala SPPG Grujugan Kidul 02, Rizqi Fitri Rafika Masriah mengapresiasi kerja keras tim di balik layar ini. Menurutnya kebersihan ompreng adalah kunci utama keberhasilan program MBG.
“Tim cuci ompreng adalah garda terakhir sebelum makanan kembali didistribusikan. Kebersihan ompreng sama pentingnya dengan kualitas gizinya. Kami pastikan setiap wadah yang dipakai siswa sudah melalui proses sterilisasi yang sesuai standar. Terima kasih untuk semua anggota tim yang bekerja dengan teliti setiap hari. Karena dari dapur yang bersih dan ompreng yang steril, kita bisa menjamin anak-anak menerima makanan yang aman dan sehat,” ujar Riris.
Bagi tim cuci ompreng, tugas ini bukan sekadar membersihkan wadah. Dari proses pemisahan, perendaman, pencucian, pembilasan, pengangin-anginan hingga pengovenan, semuanya dilakukan untuk memastikan MBG yang disalurkan tetap aman, higienis, dan layak dikonsumsi. (budhi)