Dua BelasTahun di Bondowoso, BTPN Syariah Catat 32 Ribu Nasabah Aktif dan Salurkan Rp134,4 Miliar
Mumbai
Ahmedabad
Foto: Sekda Bondowoso saat memberikan hadiah umroh dari BTPN
BONDOWOSO/POROS BONDOWOSO. PT Bank BTPN Syariah Tbk merayakan HUT ke-12 dengan menegaskan komitmen memberdayakan perempuan prasejahtera produktif di Kabupaten Bondowoso. Hingga Juli 2026, bank ini telah mendampingi 32 ribu nasabah aktif dan menyalurkan pembiayaan Rp134,4 miliar.
Peringatan HUT ke-12 dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada nasabah inspiratif. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi kepada perempuan tangguh yang berhasil mengembangkan usaha kecil hingga menopang ekonomi keluarga.
Direktur Bisnis BTPN Syariah, Dwi Yono Bayu Winantyo, mengatakan sejak masuk Bondowoso pada 2014, BTPN Syariah telah membentuk hampir 3.500 kelompok usaha. Total warga yang pernah menjadi nasabah mencapai 42 ribu orang, dengan porsi hampir 100% adalah perempuan.
"Hari ini kami mengundang nasabah yang spesial bagi BTPN Syariah. Mereka adalah nasabah yang mampu memberikan inspirasi bagi nasabah lainnya untuk terus berusaha, berkembang, dan mewujudkan impiannya," ujar Dwi Yono saat sambutan, Rabu (9/9/2026).
Ia menegaskan HUT ke-12 bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum berterima kasih kepada nasabah yang tumbuh bersama selama lebih dari satu dekade. Selain pembiayaan, BTPN Syariah juga rutin memberikan pelatihan dan pendampingan agar nasabah bijak mengelola keuangan keluarga.
Dalam setiap pertemuan kelompok, nilai-nilai BDKS yaitu Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu terus ditanamkan sebagai fondasi kemandirian ekonomi.
"Kami percaya ketika seorang ibu berdaya, maka seluruh keluarga akan ikut berdaya. Pada akhirnya ekonomi keluarga menjadi lebih kuat dan memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah," katanya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, mengapresiasi peran BTPN Syariah yang tidak hanya memberi modal, tetapi juga pendampingan usaha. Data Pemkab mencatat hingga akhir Juli 2026 terdapat 31.246 nasabah aktif dengan 3.341 sentra atau kelompok usaha yang terbentuk.
"Angka tersebut bukan sekadar capaian pembiayaan. Di baliknya terdapat ikhtiar masyarakat untuk membangun usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan menciptakan kemandirian ekonomi," ujar Fathur Rozi.
Menurutnya, kunci keberhasilan BTPN Syariah ada pada pendekatan pemberdayaan menyeluruh. Nasabah tidak hanya mendapat modal, tetapi juga pelatihan, peningkatan kapasitas, dan literasi keuangan.
Fathur Rozi berharap kisah nasabah inspiratif, khususnya dari Desa Solor, Kecamatan Cermee, bisa menjadi contoh bahwa usaha skala kecil dapat berkembang jika ditekuni dan didukung pendampingan tepat.
"Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mendorong tumbuhnya UMKM yang produktif, mandiri, dan berdaya saing melalui penguatan akses pembiayaan, peningkatan keterampilan, perluasan pemasaran, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga keuangan," jelasnya.
Ia juga berharap sinergi Pemkab Bondowoso dan BTPN Syariah terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat naik kelas secara ekonomi.
Bagi penerima penghargaan, apresiasi ini menjadi bukti kerja keras membuahkan hasil. Sementara bagi ribuan perempuan lain di Bondowoso, kisah para nasabah inspiratif menjadi pengingat bahwa langkah kecil yang konsisten bisa membuka jalan menuju kesejahteraan. (budhi)