ZoyaPatel

Cegah Karhutla di Puncak Kemarau, Pemkab Bondowoso Siapkan Satgas dan Perkuat Pencegahan di Kawasan Ijen

Mumbai
Foto : Kalaksa BPBD Bondowoso saat mendampingi Wabup Bondowoso



POROS ONDOWOSO Pemerintah Kabupaten Bondowoso memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jelang puncak musim kemarau, dengan fokus utama di kawasan Ijen yang dinilai rawan kebakaran.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla yang digelar Kamis, (17/9/2026), dengan melibatkan Pemkab, TNI-Polri, Perhutani, PTPN, pemerintah desa, dan stakeholder terkait.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, mengatakan Pemkab tengah menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang tidak hanya responsif saat kejadian, tetapi juga fokus pada mitigasi dan edukasi masyarakat.

“Pencegahan menjadi prioritas utama. Kami sedang membentuk Satgas yang selain siap merespons kejadian di lapangan juga melakukan langkah-langkah mitigasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujar As’ad pada Poros Bondowoso usai acara.

Menurut As’ad, dampak karhutla pada akhirnya dirasakan masyarakat, sehingga pencegahan membutuhkan kesadaran bersama, bukan hanya mengandalkan pemerintah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengungkapkan hasil kajian dalam rakor menyebut sekitar 99 persen kejadian karhutla dipengaruhi aktivitas manusia, yang sebagian besar dipicu kelalaian penggunaan api di sekitar kawasan hutan.

“Hari ini kami mengumpulkan seluruh stakeholder yang memiliki kepentingan di kawasan Ijen agar memiliki satu pemahaman dan satu langkah dalam penanganan karhutla,” kata Kristianto.

Ia menegaskan penanganan karhutla tidak bisa dilakukan satu instansi, sehingga koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat pengawasan dan deteksi dini di titik rawan kebakaran Ijen. (budhi)
Ahmedabad