ZoyaPatel

Inflasi Terjaga dan Konsumsi Domestik Kuat, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,2 Persen

Mumbai

 


 

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ini yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,2 persen secara tahunan (year-on-year). Capaian ini melampaui proyeksi sejumlah analis yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan berada di kisaran 5,0 persen.

Pendorong utama geliat ekonomi ini datang dari kuatnya daya beli masyarakat, stabilitas harga bahan pokok, serta lonjakan investasi di sektor hilirisasi dan industri manufaktur.

Faktor Pendorong Utama Ekonomi

Dalam laporan resminya, BPS mencatat beberapa sektor strategis yang menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional:

  • Konsumsi Rumah Tangga: Tumbuh stabil di angka 4,95 persen, didorong oleh terjaganya laju inflasi dan meluasnya lapangan kerja di sektor jasa.

  • Investasi (PMTF): Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh 5,12 persen, disokong oleh masuknya penanaman modal asing (PMA) pada proyek infrastruktur dan energi terbarukan.

  • Ekspor Komoditas Olahan: Sektor manufaktur dan produk hilirisasi tambang mencatatkan kinerja positif di tengah ketidakpastian pasar global.

Tanggapan Pemerintah dan Pengamat

"Stabilitas makroekonomi kita tetap solid. Sinergi antara kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal Kementerian Keuangan terbukti efektif menjaga daya beli sekaligus menarik modal investasi baru," tegas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam konferensi pers di Jakarta.

Sementara itu, ekonom dari lembaga riset independen mengingatkan agar pemerintah tetap waspada terhadap dinamika geopolitik global dan potensi fluktuasi harga energi dunia. Penguatan pasar domestik dan efisiensi rantai pasok lokal dinilai perlu terus diperkuat agar momentum pertumbuhan ini berlanjut hingga akhir tahun.

Ahmedabad