ZoyaPatel

ILO Jenewa Bidik Peningkatan Pendapatan Petani Kopi Bondowoso, Perluasan Pasar Jadi Prioritas

Mumbai
Foto : Yousra Hamed saat diwawancarai awak media


POROS BONDOWOSO – Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO) mendorong penguatan inklusi keuangan dan perluasan akses pasar bagi petani serta pekerja dalam rantai nilai kopi di Kabupaten Bondowoso. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor perkopian.

Yousra Hamed, Senior Technical Officer untuk Global Programme on Financial Education di bawah Social Finance Programme ILO, menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas inklusi ekonomi bagi petani dan pekerja yang terlibat dalam rantai nilai kopi.

Menurutnya, Bondowoso memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekosistem kopi dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai mitra, termasuk lembaga keuangan.

“Tujuan nyata melalui proyek ini adalah memperkuat mata pencaharian penduduk Bondowoso,” ujar Yousra Hamed pada Poros Bondowoso, Kamis (22/10/2026).

Ia menegaskan, pengembangan ekosistem kopi tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi. Petani dan pekerja juga perlu mendapatkan kesempatan lebih luas untuk mengakses pasar serta memanfaatkan layanan keuangan yang dapat mendukung kegiatan ekonomi mereka.

Perluasan Pasar dan Inklusi Keuangan Jadi Kunci

Yousra menyebutkan, terdapat dua sasaran utama yang ingin dicapai melalui program tersebut, yakni membuka akses ke pasar yang lebih luas dan meningkatkan keterhubungan masyarakat dengan sistem keuangan.

Kedua langkah itu diharapkan saling mendukung dalam menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, terutama mereka yang bekerja di sepanjang rantai nilai kopi.

“Kami ingin membuka lebih banyak pasar dan memasukkan mereka ke dalam sistem keuangan. Keduanya secara bersama-sama akan menciptakan lebih banyak pendapatan bagi masyarakat. Inilah dampak paling signifikan yang ingin kami capai,” jelasnya.

Perluasan pasar diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih baik bagi produk kopi Bondowoso. Sementara itu, penguatan inklusi keuangan diharapkan memperluas akses petani dan pekerja terhadap layanan keuangan formal sesuai kebutuhan mereka.

Jika kedua upaya tersebut berjalan selaras, masyarakat berpeluang memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari aktivitas usaha kopi, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Perkuat Ekosistem Kopi Bondowoso
Yousra juga mengapresiasi dukungan Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid serta berbagai mitra yang terlibat dalam pengembangan program tersebut.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, petani, pekerja, dan pelaku usaha dinilai penting untuk membangun ekosistem kopi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Bagi Bondowoso, penguatan rantai nilai kopi menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Namun, keberhasilan program ini nantinya perlu dilihat dari hasil nyata di lapangan, termasuk terbukanya akses pasar, meningkatnya penggunaan layanan keuangan, serta bertambahnya pendapatan petani dan pekerja kopi.

Dengan demikian, pengembangan ekosistem kopi tidak hanya berorientasi pada komoditas, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menjadi bagian penting dari rantai usaha tersebut. (budhi)
Ahmedabad